BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Buka Peluang Berinvestasi

Thursday, 02 July 2015
Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Buka Peluang Berinvestasi

Ambon - Saat ini, angka pengangguran terbuka di Provinsi Maluku, menempati urutan pertama atau tertinggi di Indonesia, begitupun angka kemiskinan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Maluku membuka peluang  bagi para investor lokal, maupun asing untuk berinvestasi di daerah ini.

Renjaan: Kabupaten Aru Masih Jauh Tertinggal

Wednesday, 01 July 2015
Renjaan: Kabupaten Aru Masih Jauh Tertinggal

Ambon - Dibandingkan dengan kabupaten lain di Maluku, Kepulauan Aru masih jauh tertinggal dalam berbagai aspek.

Banyak masyarakat hidup dalam kemiskinan.  Tiga faktor penyebab kabupaten berjuluk Bumi Jargaria ini masih tertinggal adalah infrastruktur, konektivitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memprihatinkan.

Izin 4 Perusahaan Perikanan Besar Dicabut

Tuesday, 30 June 2015
Izin 4 Perusahaan Perikanan Besar Dicabut
Pemprov Berupaya Tekan Angka Pengangguran

Ambon - Pencabutan izin usaha perikanan empat perusahaan di Maluku oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti telah mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Maluku Said Assagaff kepada Siwalima di Kantor Gubernur, Senin (29/6), mengatakan, Pemprov Maluku akan tetap berupaya untuk menekan angka penga­ngguran yang semakin tinggi.

Selain Provinsi Keempat Termiskin

Wednesday, 01 July 2015
Selain Provinsi Keempat Termiskin
Tingkat Pengangguran Maluku Tertinggi di Indonesia

Ambon - Hingga saat ini Ma­luku masih bertengger di posisi keempat provinsi termiskin. Tak hanya itu, Maluku juga memiliki tingkat pengang­guran tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan tingkat pe­ng­angguran terbuka di Indonesia, presentasi peng­anggu­ran terbuka di Ma­luku men­capai 10,51%, sementara ting­kat peng­angguran ter­bu­ka nasio­nal adalah 5,94%.

Dishub akan Bangun Zona Selamat Sekolah

Thursday, 25 June 2015
Dishub akan Bangun Zona Selamat Sekolah

Ambon - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon dalam waktu dekat akan membangun zona selamat sekolah bagi penyebarangan para siswa di kawasan sekolah yang ada di Kota Ambon.

Selain itu, zona ini juga akan dilengkapi dengan traffic light dan rambu lalu lintas lainnya. Pembangunan zona ini dengan tujuan untuk membatasi kecepatan kendaraan bermotor guna menghindari terjadinya kecelakaan bagi para siswa, khususnya siswa SD lantaran banyak anak-anak yang berjalan kaki menuju sekolah.

Pemkot Harus Miliki Badan Penyuluh

Friday, 26 June 2015
Jadi Kota Sentra Ekonomi
Pemkot Harus Miliki Badan Penyuluh

Ambon - Sampai saat ini Kota Ambon belum memiliki badan penyuluh pertanian maupun peternakan. Padahal kota ini menjadi sentra ekonomi di Provinsi Maluku namun ternyata alami ketertinggalan dari kabupaten/kota lain.

Salah satu penyuluh swadaya Provinsi Maluku, Ampi Tulalessy mengatakan, pemkot seharusnya menyusun struktur badan penyuluh, karena dengan adanya badan ini bisa mengetahui berapa banyak lahan yang pertanian sekaligus jumlah produksinya.

BPBD Siap Berikan Pelatihan Bagi Guru dan Siswa

Monday, 29 June 2015
Penanggulangan Bencana
BPBD Siap Berikan Pelatihan Bagi Guru dan Siswa

Ambon - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para guru dan siswa sekolah yang ada di Kota Ambon terkait dengan penanggulangan bencana.

Ambon merupakan salah satu daerah rawan bencana longsor maupun banjir yang terjadi hampir setiap tahunnya. Akibat bencana yang terjadi masih menyisahkan kepedihan bagi warga kota.

Sediakan Menu Bergizi bagi Siswa SD

Saturday, 20 June 2015
Sediakan Menu Bergizi bagi Siswa SD
Pemkot-Danone Jalin Kerjasama

Ambon - Tingkat kesehatan anak khusus­nya siswa usia SD di Kota Ambon, masih sangat memprihatinkan, se­hingga membuat pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi para siswa tersebut.

Literasi Keuangan untuk Desa Terpencil

Literasi Keuangan untuk Desa Terpencil
Relawan TIK Siap Membantu
Ikon konten premium Cetak | 30 Juni 2015

JAKARTA, KOMPAS — Literasi atau melek keuangan di daerah tertinggal dan terpencil penting dilakukan guna meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Langkah ini dapat memanfaatkan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan teknologi informasi. Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi bisa ikut terlibat dalam peningkatan literasi.

Pages