BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

4.215 Anak Tidak Sekolah di Majene

Sat,01 February 2014 | 10:55
4.215 Anak Tidak Sekolah di Majene

MAJENE, FAJAR – Hasil rekapitulasi data profil pendataan keluarga 2013 di Kabupeten Majene, tercatat 4.215 orang anak tidak sekolah. Disebutkan anak yang belum mengenyam pendidikan itu berusia 7-15 tahun.   
   
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKB) Majene, Mattalunru yang ditemui Kamis 30 Januari memastikan data tersebut akurat. “Sebab petugas kami yang turun ke lapangan langsung mendatangi setiap rumah warga. Tentu saja melalui koordinasi pihak kecamatan,” ungkapnya, kemarin.
   
Kata dia, pendata yang mendatangi langsung rumah warga tersebut merupakan Pembantu Petugas Keluarga Desa (PPKD). Dalam menjalankan tugasnya PPKD diawasi pihak kecamatan.
   
“Sasaran pendataan adalah anak putus sekolah atau yang belum pernah menyentuh bangku sekolah dengan kategori usia 7 sampai 15 tahun. Setelah diverifikasi, petugas kecamatan kemudian mengirim hasil pendataan tersebut kepada BKKB di tingkat kabupaten,” jelas Mattalunru.

Kendati data putus sekolah ini telah dirampungkan dan dinyatakan valid, Mattalunru menyayangkan sebab data itu ternyata tidak dijadikan rujukan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Alasannya, data yang menjadi rujukan saat ini adalah data yang telah dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS).
   
Meski demikian, validasi data putus sekolah itu akan tetap digunakan secara internal oleh BKKB di setiap daerah. “Setidaknya akan digunakan untuk kebutuhan keberhasilan pelaksanaan program KB,” terangnya.
   
Ironisnya lagi, data yag telah dihasilkan BKKB tersebut justru berselisih jauh dengan hasil pendataan Dinas Pendidikan (Disdik) Majene. Data Disdik ini hanya mencatat 198 siswa putus sekolah di Kabupaten Majene sepanjang 2013.
   
Padahal angka 198 tersebut sudah termasuk semua jenjang pendidikan. Mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK, termasuk sekolah sederajat lainnya.
   
Menurut Kapala Seksi Perencanaan Pendidikan, Disdik Majene, Abd Chalik, data tersebut diperoleh melalui laporan individu tiap sekolah setiap tahun.
“Tiap tahun kami berkoordinasi seluruh kepala sekolah soal ini. Mungkin yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah belum ikut dihitung,” kilahnya.
   
Sebelumnya, Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara mengharapkan agar BPS dapat bersinergi dengan para petugas lapangan BKKB sekaitan pelaksanaan pendataan ke depan.
   
Hal ini diungkapkan Fahmi, pada sosialisasi profil hasil pendataan keluarga tingkat Kabupaten Majene tahun 2013, di Villa Bogor Majene, Senin 27 Januari.
   
Dari hasil kerja sama tersebut, diharapkan data yang dihasilkan nanti tidak akan berselisih jauh. Sehingga data sinergitas itu dapat menjadi rujukan pemerintah pusat dan kabupaten dalam merealisasikan sejumlah program.
   
Mulai dari bantuan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) dan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga program lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (kdr/die)

Sumber: http://www.fajar.co.id/sulawesibarat/3117062_6485.html