BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Gubernur : PLTU 100 Megawatt Direspon Pusat

Gubernur : PLTU 100 Megawatt Direspon Pusat

Oleh Aslan Akuba - Tue Apr 29, 10:43 am

GORONTALO – Pemadaman listrik yang banyak dikeluhkan warga, terus diseriusi Gubernur Rusli Habibie. Kandati menjadi domain PLN, tapi Gubernur tak tinggal diam dengan persoalan listrik di Gorontalo.Gubernur Rusli Habibie mengatakan, kabar terbaru menyangkut upaya jangka panjang penanganan listrik di Gorontalo adalah diresponnya usulan Pemprov Gorontalo untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) II di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara.

Kepada Gorontalo Post, Gubernur Rusli Habibie menyebut, bila PLTU berkapasitas 2 x 50 Megawatt ini direspon PLN dan Kementerian ESDM.

“Alhamdulillah rencana pembangunan PLTU 2 x 50 Megawatt direspon,” paparnya. Bahkan, lanjut Rusli Habibie, kabarnya pembangunan PLTU ini telah dilelang pada 23 April 2014 lalu. Dengan begitu, maka tidak lama lagi PLTU yang direncanakan akan ditempatkan di wilayah kecamatan Anggrek ini akan segera dibangun.

Selain itu, Gubernur Rusli Habibie juga mempresure PLN untuk mempercepat pembangunan PLTU Anggrek I dengan kapasitas 2 x25 Megawatt yang kini sedang dibangun, agar pengerjaanya selesai tepat waktu. Dimana, dalam pertemuan dengan Dirut PLN di Jakarta, beberapa waktu lalu.

PLN memastikan bila akhir tahun ini satu unit dengan kapasitas 1 x 25 Megawatt sudah bisa beroperasi dan unit lainya pada bulan maret 2015.

Menurut Rusli Habibie, harusnya persoalan listrik saat ini sudah diantisipasi dengan membeli mensin genset baru. Bahkan, Gubernur menyebutkan, Pemprov siap membantu PLN dengan mengadakan mesin ganset. Seperti diketahui, pemadaman listrik di Gorontalo dipicu karena defisitnya pasokan listrik.

Sejumlah pembangkit di Gorontalo tidak mampu mensuplay kebutuhan listrik yang mencapai 70 megawatt saat beban puncak, seperti PLTD Telaga yang harus mendapat perawatan mesin secara rutin karena kondisi mesin yang uzur, serta PLTU Molotabu yang tidak bisa mensuplai gara-gara conveyor PLTU yang terbakar.

Upaya lain yang dilakukan Gubernur adalah akan membawa persoalan listrik ke forum Gubernur se Indonesia. Dimana ia akan meminta listrik menjadi urusan pemerintah daerah.

“Sebab seperti sekarang, PLN yang padamkan listrik, pemerintah daerah yang jadi sasaran warga. Pada dasarnya saya terus berjuang,” kata Gubernur. (tro)

Sumber: http://gorontalopost.com/2014/04/29/gubernur-pltu-100-megawatt-direspon-pusat/