BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Kembalikan Kejayaan Maluku Utara

pemerintahan daerah
Kembalikan Kejayaan Maluku Utara

SOFIFI, KOMPAS —Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memuji Provinsi Maluku Utara sebagai salah satu daerah yang kehidupan demokrasinya bertumbuh positif. Proses pemilihan gubernur yang beriak politik dan berkepanjangan selalu dapat terselesaikan dengan baik.

Hal itu dikatakan Gamawan saat melantik Abdul Gani Kasuba (62) dan Mohammad Natsir Thaib (58) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2014-2019 di Gedung DPRD Maluku Utara, di Sofifi, Senin (5/5). Pelantikan Gubernur di pelosok Pulau Sofifi dipimpin Ketua DPRD Maluku Utara Saiful Bahri Ruray dan dihadiri lebih dari 500 undangan, di antaranya Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie, Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Sulut SH Sarundajang, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Pasangan ini diusung Partai Keadilan Sejahtera.

Para undangan harus menyeberang laut menggunakan kapal menuju Sofifi, ibu kota Maluku Utara, dari Kota Ternate selama 30 menit. Di Sofifi, ribuan warga menyambut para tamu.

Gubernur terpilih harus segera bekerja memajukan Maluku Utara. Daerah itu punya sejarah panjang sebagai penghasil rempah, lada, cengkeh, kopra, dan nikel. Komoditas itu menarik minat Eropa datang ke Maluku Utara, termasuk pula perikanan. ”Sekarang pendapatan daerah Maluku Utara hanya berbeda Rp 100 miliar dengan provinsi induk Maluku,” katanya.

Anggota DPRD Maluku Utara, Umar Alting, meminta birokrasi yang melempem dibenahi. Sejak kantor gubernur pindah ke Sofifi dari Ternate, empat tahun lalu, banyak kantor pemerintahan kosong. Selama seminggu hanya tiga hari pegawai bekerja maksimal karena 80 persen pegawai tinggal di Ternate. ”Ongkos pergi pulang Sofifi ke Ternate setiap hari Rp 100.000. Pegawai tidak kuat membayar ongkos transportasi,” katanya. (zal)

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000006454223