BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Pemerintah Diminta Perhatikan Sektor Nonformal

Pemerintah Diminta Perhatikan Sektor Nonformal
Posted on Mar 3 2014 - 4:55pm by Poskomalut

TERNATE-PM, Maluku Utara kaya dengan sumber daya alam (SDA) namun tingkat pengangguran masih tinggi sehingga perlu ada regulasi dari pemerintah untuk dapat membangun pertumbuhan ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan atau mendorong masyarakat ke bidang kewirausahaan. Demikian disampaikan dosen Ekonomi Unkhair Azis Hasyim, pada Posko Malut belum lama ini.

Menurutnya masyarakat perlu diberikan pemahaman serta diubah pola berfikirnya. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, salah satu problem yang dihadapi masyarakat yakni, lapangan kerja. Dengan masalah minimnya lapangan kerja di sektor swasta tersebut, sehingga cara berfikir masyarakat Malut lebih mengutamakan pada Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ia mengatakan, masyarakat Malut bukan lemah dalam soal ketrampilan atau mereka tidak mau berwirausaha. Namun, ada hal yang mengganjal untuk memulai berwirausaha yakni, kesadaran serta keterampilan masyarakat terhadap wirausaha masih minim dan  juga keterbatasan modal.
Kata Azis, ada dua hal ini yang menjadi problem masyarakat. Kemudian ia berharap, pihak terkait, dalam hal ini pemerintah berkewajiban memberikan pencerahan terhadap masyarakat. “Melalui atau mengikut-sertakan pelatihan kewirausahaan, agar masyarakat dapat mengerti. Sebab, keterampilan masyarakat Malut masih sangat minim, olehnya harus didorong melalui pelatihan,” ungkapnya.

Lanjutnya, bila kesadaran masyarakat terhadap kewirausahan telah ada, pemerintah setempat berkewajiban memberikan modal. Baik dalam bentuk pijaman, maupun dalam betuk tunai. Modal dapat diberikan kepada masing-masing kelompok, maupun secara inidividu. “Masyarakat Malut bukan tidak mau bekerja, namun pemerintah setempat yang tidak memberikan jalan untuk memulai. Sehingga usaha yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari-hari saja,” katanya.

Jika ini sudah dilakukan, pemerintah setempat juga harus dapat membangun akses sarana dan prasarana. Seperti pasar dan infrastruktur lainnya, yang dapat mempermudah akses untuk mendistirbusikan hasil produksi atau usahanya. “Bila masyarakat sudah dapat menjalankannya, dan dapat membuka lapangan kerja maka pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat dan daya saing pasar pun terjadi,” akunnya.

Selain itu, pemerintah juga harus membuka lapangan kerja sektor nonformal. Sehingga masyarakat tidak hanya berkecimpung pada sektor formal dan mengharapkan menjadi PNS. “Minimnya lapangaan kerja, sehingga masyarakat lebih banyak ke PNS. Masalah yang terjadi beberapa hari kemarin, yang dilakukan oleh para peserta tes, yang merusak fasilitas bangunan pemerintah, bukan karena kekecewaan. Namun ada sesuatu hal yang mengganjal dalam kehidupan mereka yakni, semakin bertambahnya kebutuhan sehari-hari. Sedangkan lapangan pekerja masih terbatas, sehingga tindakan depresif bisa dilakukan,” tandasnya.(mg-01/awy)

Sumber: http://poskomalut.com/2014/03/03/pemerintah-diminta-perhatikan-sektor-nonformal/