BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

Yang perlu Indonesia lakukan untuk mengurangi jumlah anak stunting

Annisa Nurul Ummah
Staf Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik

Survei terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masalah gizi dan tumbuh kembang anak masih menjadi hambatan besar bagi pemerintah Indonesia untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia.

Mendorong peran hakim dalam mencegah perkawinan anak

Mendorong peran hakim dalam mencegah perkawinan anak
Bestha Inatsan Ashila
Peneliti, Indonesia Judicial Research Society

Masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Indonesia untuk Penghentian Anak tahun lalu berhasil mendorong menaikkan batas usia menikah dalam Undang-Undang (UU) Perkawinan dari 16 tahun untuk anak perempuan menjadi 19 tahun, sama dengan batas usia menikah bagi anak laki-laki.

Berkontribusi pada perjuangan mengurangi stunting di Indonesia - meningkatkan kesadaran di tingkat rumah tangga

Berkontribusi pada perjuangan mengurangi stunting di Indonesia - meningkatkan kesadaran di tingkat rumah tangga
Juul PinxtenSteisianasari Mileiva
October 22, 2019

Negara Indonesia telah muncul sebagai kekuatan besar, tumbuh menjadi negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dan lebih dari separuh angka kemiskinan telah dikurangi sejak pergantian abad hingga saat ini. Namun, prestasi tersebut juga disertai peningkatan ketimpangan pendapatan (income inequality), dimana dua pertiganya dijelaskan oleh ketidaksetaraan peluang (inequality of opportunities)[1].

Skor siswa Indonesia dalam penilaian global PISA melorot, kualitas guru dan disparitas mutu penyebab utama

Artikel ini dimuat ulang dari The Conversation Indonesia.

.

Skor kompetensi siswa Indonesia dalam membaca, matematika, dan sains pada 2018 lebih rendah dibanding pengukuran serupa tiga tahun sebelumnya. Alih-alih menanjak, bahkan nilai kemampuan membaca tahun lalu setara dengan capaian tahun 2000.

Kabar buruk ini datang setelah pada 3 Desember lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merilis hasil Program Penilaian Pelajar Internasional (Programme for International Students Assessment, PISA) 2018.

Mengapa anak dari keluarga miskin cenderung akan tetap miskin ketika dewasa: penjelasan temuan riset SMERU

Penelitian terbaru lembaga riset SMERU Institute menunjukkan bahwa anak yang lahir dari keluarga miskin cenderung berpenghasilan lebih rendah ketika mereka dewasa.

Penelitian yang telah dipublikasikan di makalah internasional Asian Development Bank (ADB) menunjukkan pendapatan anak-anak miskin setelah dewasa 87% lebih rendah dibanding mereka yang sejak anak-anak tidak tinggal di keluarga miskin.

Menghidupkan Kembali Padewakang, Sang Legenda Laut

Sebelum kemunculan pinisi, selama hampir 200 tahun, padewakang menguasai perairan Nusantara. Kapal dengan dua layar berbentuk segi empat ini menjadi simbol kejayaan maritim dan ketangguhan pelaut-pelaut Sulawesi pada abad ke-17 hingga awal abad ke-19. Padewakang juga menjadi simbol akulturasi budaya dan pembauran pelaut Makassar dengan suku Aborigin antara 1600 dan 1700-an.

Pages