BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

PERENCANAAN PARTISIPATIF PENGELOLAAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SALOBUNNE KABUPATEN SOPPENG

Irigasi merupakan sarana utama dalam menunjang produktifitas pertanian. Ketersediaan kecukupan air irigasi merupakan faktor kunci yang menentukan tingkat produktivitas hasil pertanian dan kesejahtetaan petani, yang terkadang menimbulkan konflik di tingkat petani. Untuk menyelesaikan permasalahan pengelolaan irigasi di tingkat petani maka diperlukan pengelolaan irigasi yang berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi seluruh stakeholder yang terkait dengan pengelolaan irigasi.

Perencanaan Partisipatif Pengelolaan Irigasi Salobunne Kabupaten Soppeng

Irigasi merupakan komponen penting dalam menunjang pembangunan pertanian di Indonesia. Ketersediaan air irigasi yang cukup merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat produktivitas hasil pertanian. Di Indonesia, kebutuhan penggunaan air untuk irigasi paling besar dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi air lainnya. Kebutuhan air irigasi diperkirakan sekitar  80% dari total konsumsi air. Kebijakan Pengelolaan Irigasi telah dibagi berdasarkan kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Menggandeng Komunitas Cegah Perkawinan Anak

Pemahaman bahwa perkawinan anak merupakan salah satu dari bentuk tindak kekerasan terhadap anak masih belum disadari oleh masyarakat di Indonesia. Banyak anak di Indonesia yang menikah di bawah usia 18 tahun karena sebuah kondisi tertentu, beberapa diantaranya adalah karena permasalahan ekonomi, telah melakukan hal yang tidak sesuai dengan norma maupun dikarenakan masalah budaya ataupun norma agama. Di tahun 2020-2021 juga ditemukan puluhan ribu perempuan di bawah usia 18 tahun di Asia dipaksa menikah karena Pandemi Covid-19.

Kebijakan Pengembangan Kota Cerdas (Smart City) dalam Mendukung Perwujudan Kota Berkelanjutan di Sulawesi Selatan

Keberadaan sebuah kota harus memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, seperti infrastruktur perkotaan yang handal, tempat tinggal yang layak, tempat bisnis, perkantoran, rekreasi, dan ruang terbuka hijau (RTH), serta kebutuhan lainnya. Selain itu, kota juga harus tumbuh dan berkembang, sehingga penataan kota tidak lagi tanpa arah, tapi terstruktur dengan baik.

Apa yang Dihadapi Perempuan saat Perubahan Iklim

Kebakaran hutan yang terjadi di Turki sejak Rabu, 28 Juli 2021, terus menambah angka banyaknya lahan yang terbakar. Sepanjang tahun 2021, 95.000 lahan terbakar-angka paling tinggi sejak tahun 2008 - 2020 (Shintaloka, 1 Agustus 2021).Melalui kejadian ini, Direktorat Jenderal Meteorologi mencatat suhu di Cizre menyentuh 49,1 derajat celcius (120,3 fahrenheit) pada 20 Juli 2021, di Kota Cizre.Sementara itu, merkuri diperkirakan mencapai 40 derajat Celcius (104 Fahrenheit) di Kota Antalya (Jakarta Post, Juli 2021).

Sanitasi membaik, tapi tak merata: Waspadai, ancaman kematian dini

Capaian STBM melampaui target  Lokadata / Lokadata

Jangan sepelekan sanitasi yang buruk. Unicef, badan PBB untuk anak-anak, mencatat setiap hari ada 2.000 balita yang meninggal karena diare.

Dari jumlah ini, 1.800 di antaranya terkena diare lantaran air minumnya tercemar limbah, kebersihannya tak memadai, atau hidup dalam sanitasi yang buruk.

Sanitasi membaik, tapi tak merata: Waspadai, ancaman kematian dini

Capaian STBM melampaui target  Lokadata / Lokadata

Jangan sepelekan sanitasi yang buruk. Unicef, badan PBB untuk anak-anak, mencatat setiap hari ada 2.000 balita yang meninggal karena diare.

Dari jumlah ini, 1.800 di antaranya terkena diare lantaran air minumnya tercemar limbah, kebersihannya tak memadai, atau hidup dalam sanitasi yang buruk.

Sanitasi membaik, tapi tak merata: Waspadai, ancaman kematian dini

Capaian STBM melampaui target  Lokadata / Lokadata

Jangan sepelekan sanitasi yang buruk. Unicef, badan PBB untuk anak-anak, mencatat setiap hari ada 2.000 balita yang meninggal karena diare.

Dari jumlah ini, 1.800 di antaranya terkena diare lantaran air minumnya tercemar limbah, kebersihannya tak memadai, atau hidup dalam sanitasi yang buruk.

Pages